Kata jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Dari kata jabara (bentuk mufrad) ditambahkan ya’ nisbah (ya’ yang menunjukkan membangsakan) sehingga dari kata jabara menjadi kata jabariyah yang mempunyai arti suatu kelompok manusia yang mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa.
Dalam pandangan syeh Asy-syahrotsani, aliran jabariyah yang dikelompokkan menjadi dua bagian,yaitu:
1. Jabariyah ekstrim
Menurut pendapatnya bahwa segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri, akan tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya.
Diantara tokoh penganut paham jabariyah ekstrim adalah:
a. Jahm bin Shofwan
- Doktrin Jahm yang berkaitan dengan teologi adalah:
- Surga dan neraka tidak kekal
- Manusia tidak mampu melakukan apa-apa
- Kalam tuhan adalah makhluk
b. Ja’d bin Dirham
Doktrin Ja’d ialah sebagai berikut:
- Al-Quran itu adalah makhluk
- Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk-Nya
- Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala-galanya







