haji malik. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Kajian Ilmu Kalam tentang kelompok Jabariyah dan tokoh serta penganut Jabariyah

Kata jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Dari kata jabara (bentuk mufrad) ditambahkan ya’ nisbah (ya’ yang menunjukkan membangsakan) sehingga dari kata jabara menjadi kata jabariyah yang mempunyai arti suatu kelompok manusia yang mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa.
            Dalam pandangan syeh Asy-syahrotsani, aliran jabariyah yang dikelompokkan menjadi dua bagian,yaitu:
1.      Jabariyah ekstrim
Menurut pendapatnya bahwa segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri, akan  tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya
Diantara tokoh penganut paham jabariyah ekstrim adalah:
a.       Jahm bin Shofwan
  •   Doktrin  Jahm yang berkaitan dengan teologi adalah:
  •   Surga dan neraka tidak kekal
  •   Manusia tidak mampu melakukan apa-apa
  •   Kalam tuhan adalah makhluk
b.      Ja’d bin Dirham
Doktrin  Ja’d ialah sebagai berikut:
  •   Al-Quran itu adalah makhluk
  •    Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk-Nya
  •   Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala-galanya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teori Induksi menurut F.Bacon


Ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu titik tempat bertolak dan mengambil kesimpulan darinya tetapi ilmu pengetahuan adalah sesuatu tempat sampai ke tujuan. Sebagai juru bicara metode induktif, yang menekankan eksperimen dan observasi ekstensif sebagai landasan pengembangan ilmu, Francis Bacon juga menjadi juru bicara untuk ilmu yang baru. J. Bernard Cohen menanamkan ide-ide Bacon: Herald of the New Science. Jadi Francis Bacon, pada paruh kedua abad XVI sudah mengakui prinsip bahwa law of nature or theories are not verifiable but are falsifiable, prinsip yang pada zaman kita ini diuraikan secara rinci, antara lain oleh Karl Popper. 
Bacon berkeyakinan bahwa metode induksi berdasarkan eksperimen yang diusulkannya itu akan merupakan suatu alat atau instrument yang baru untuk sains, menggantikan logika deduktik Aristoteles yang merupakan alat lama. Mungkin ia sudah membayangkan bahwa sains akan berkembang dengan menghimpun data actual dalam jumlah besar, yang terkumpul melalui eksperimen dan observasi. Tentu saja itu belum membentuk prinsip induksi ilmiah yang berguna. Untuk itu ia menganjurkan supaya dalam kegiatan ini ilmuwan bersikap selektif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS